Senin, 31 Agustus 2026

"Daurah Ayah" SDIT Raflesia: Ruang Berbagi dan Menguatkan Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

Dalam rangka memperkuat peran ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak, SDIT Raflesia mengadakan kegiatan "Daurah Ayah" yang telah dilaksanakan pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Happyland Cibalung, Bogor.



Sebagaimana pepatah mengatakan, "Ayah adalah sekolah pertama bagi anak" — tempat mereka belajar tentang cinta, disiplin, dan arti menjadi pribadi yang kuat. Peran ayah memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, serta ketahanan emosi anak. Namun di tengah kesibukan dan tuntutan pekerjaan, tidak sedikit ayah yang memerlukan ruang khusus untuk saling menguatkan, berbagi praktik baik dalam pengasuhan, serta mempererat kedekatan dengan komunitas sekolah.


    Kegiatan Daurah Ayah ini dirancang dengan tiga fokus utama:
  • Sharing — berbagi pengalaman dan cerita seputar pengasuhan anak
  • Team Building — mempererat kebersamaan antar wali murid laki-laki
  • Ngobrol Santai — diskusi ringan dan hangat dalam suasana kekeluargaan

Melalui kegiatan ini, diharapkan para ayah dapat saling terhubung, saling belajar, dan pulang dengan semangat baru dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak mereka.

Mari bergabung dan jadilah bagian dari komunitas ayah hebat SDIT Raflesia!

Santun, Religius, Terampil.

Minggu, 30 Agustus 2026

Alhamdulillah! Ekstrakurikuler Pencak Silat SDIT Raflesia Torehkan Prestasi Membanggakan di Jakarta Timur

Kabar membanggakan datang dari Ekstrakurikuler Pencak Silat SDIT Raflesia. Dalam ajang kejuaraan pencak silat yang digelar di Jakarta Timur pada 29–30 Agustus 2026, para siswa-siswi SDIT Raflesia kembali menunjukkan performa terbaiknya dan berhasil membawa pulang deretan medali membanggakan.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa proses latihan yang konsisten, disiplin, dan penuh dedikasi membuahkan hasil yang manis. Setiap medali yang diraih bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan cerminan dari kerja keras, semangat pantang menyerah, serta bimbingan penuh kesabaran dari para pelatih dan guru pembimbing ekstrakurikuler.

Selamat kepada seluruh siswa-siswi yang telah berjuang di atas panggung pertandingan, serta kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi proses latihan hingga hari pertandingan tiba. Kerja keras dan pengorbanan kalian membuahkan hasil yang luar biasa.






Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SDIT Raflesia untuk terus berlatih, berkembang, dan berprestasi di berbagai bidang. Teruslah melangkah, terus berusaha, dan jadikan setiap proses sebagai pelajaran berharga menuju kesuksesan yang lebih besar.

Santun, Religius, Terampil — SDIT Raflesia terus berkarya dan menginspirasi.



Selasa, 18 Agustus 2026

Ketika Lomba Menjadi Cermin Sebuah Bangsa

  Setiap kali Agustus datang, cara kita merayakan kemerdekaan nyaris tidak pernah berubah. Bendera merah putih berkibar di sepanjang jalan, upacara bendera digelar khidmat, lagu kebangsaan dikumandangkan, lalu suasana mendadak riuh oleh berbagai lomba, mulai dari balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, hingga keseruan memasukkan pensil ke dalam botol. Kita semua larut dalam kegembiraan, tertawa melihat peserta yang jatuh bangun, bersorak menyemangati mereka yang mendatangi garis akhir, dan bertepuk tangan saat pemenang menerima hadiah. Sebuah ritual tahunan yang sederhana, meriah, dan sekilas tampak adem-ayem saja.
   Namun, kalau kita mau menengok sedikit lebih dalam, keriuhan di lapangan itu sebenarnya menyimpan sebuah pertanyaan besar. Lomba-lomba tersebut adalah miniatur tentang bagaimana masyarakat kita memandang kompetisi, keadilan, dan sistem penghargaan. Sebuah perlombaan bisa berjalan sehat karena didukung oleh prasyarat yang jelas, aturan mainnya tegas, semua peserta punya kesempatan yang setara, wasitnya bertindak objektif, dan hadiah diberikan murni karena proses serta hasil yang jujur. Menariknya, prinsip dasar di lapangan lomba ini justru menjadi fondasi yang sangat krusial dalam kehidupan bernegara. Bagaimanapun, sebuah negara yang sehat bukan sekadar butuh warga yang jago berkompetisi, melainkan butuh institusi kuat yang mampu memastikan kompetisi itu berjalan tanpa kecurangan.
   
Di titik inilah, perlombaan 17 Agustus beralih fungsi menjadi ruang pembelajaran yang berharga. Lewat permainan itu, anak-anak kita belajar secara langsung bahwa kemenangan harus diraih lewat jalur yang benar. Mereka memahami bahwa memotong kompas berarti melanggar komitmen, pergerakan harus berhenti saat peluit wasit berbunyi, dan sebuah piala tidak akan ada harganya jika didapat dari hasil mencurangi lawan. Sebuah penanaman moral yang sebetulnya sangat mendasar.
    Sayangnya, aturan main yang rapi itu langsung runtuh begitu anak-anak ini tumbuh dewasa dan berhadapan dengan dunia nyata. Mereka akan segera sadar bahwa kompetisi hidup tidak pernah sesederhana lomba di lapangan. Di panggung sosial kita hari ini, garis start tidak pernah benar-benar sama bagi semua orang. Sebagian anak terlahir dengan karpet merah, mulai dari sekolah terbaik, modal ekonomi mapan, hingga relasi keluarga yang kuat. Sementara di sudut lain, ada jutaan orang yang harus memeras keringat berkali-kali lipat hanya untuk berebut peluang yang bagi sebagian orang sudah tersedia sejak lahir.

Bertolak dari ketimpangan ini, esensi masalahnya bukan lagi tentang siapa yang paling tangguh menjadi juara. Persoalan yang lebih mendesak untuk kita pikirkan adalah apakah aturan main yang ada sudah memberikan kesempatan yang adil bagi setiap orang untuk ikut bersaing? Kualitas sebuah bangsa tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak orang sukses yang berhasil menyentuh garis finish, melainkan dari seberapa adil sistem negara memfasilitasi setiap warganya untuk bisa mencapai titik tersebut.
   
Kontras yang janggal justru kerap muncul di tengah euforia perayaan seperti ini. Kita begitu bangga menggembar-borkan bahwa Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Namun, status historis ini jangan sampai membuat kita cepat puas. Makna merdeka yang sejati wajib mewujud dalam bentuk nyata: keadilan sosial yang membumi, hak pendidikan yang merata, hukum yang tidak tebang pilih, serta tata kelola pemerintahan yang bersih. Sebab, apa gunanya meneriakkan kata merdeka jika sebagian besar masyarakat kita masih harus kehabisan energi hanya untuk menyambung hidup dari hari ke hari? Apa arti sebuah kemajuan jika pintu kesempatan masih dikunci rapat oleh latar belakang sosial dan ekonomi? Dan untuk apa ada demokrasi jika suara rakyat hanya dianggap penting saat musim pemilu tiba?
   
Pertanyaan-pertanyaan kritis ini mungkin terasa mengusik kenyamanan pesta agustusan. Namun, di situlah letak persoalan kita selama ini, kita kerap terlalu sibuk memoles simbol kemerdekaan hingga abai mengevaluasi substansinya. Alih-alih sekadar mengadakan ritual lomba tahunan, bangsa ini sebetulnya sedang ditantang untuk ikut dalam ajang pembuktian yang jauh lebih mendesak, yaitu berlomba membenahi dirinya sendiri. Kita harus saling pacu untuk menaikkan mutu pendidikan, merombak pelayanan publik agar lebih memanusiakan warga, memberantas korupsi tanpa pandang bulu, dan melahirkan generasi yang bukan cuma cerdas secara intelektual, tetapi juga kukuh menjaga integritas.
   Jika kita hanya lihai berpesta tanpa pernah serius memperbaiki mutu kehidupan rakyat, perayaan kemerdekaan ini lambat laun akan kehilangan daya kritisnya dan berubah menjadi sekadar rutinitas tanpa makna. Kita bisa tertawa lepas saat melihat seseorang gagal memasukkan pensil ke botol, tetapi jangan sampai kita ikut menutup mata saat sistem negara gagal memberikan keadilan bagi warganya. Kita boleh bersorak gembira melihat seorang anak memenangkan perlombaan, tetapi luangkan juga waktu untuk merenung, berapa banyak saudara kita yang sebetulnya masih terjebak di garis start karena sistem yang pincang belum memberi mereka jalan?

    Pada perayaan HUT RI ke-81 ini, rasanya kita perlu menggeser fokus. Kemerdekaan jangan lagi dirayakan sekadar dengan mencari tahu siapa yang keluar sebagai pemenang, melainkan dengan sebuah otokritik mendasar, apakah sistem kita sudah adil bagi semua orang? Bagaimanapun, kedewasaan sebuah bangsa tidak diukur dari ketiadaan masalah, melainkan dari keberaniannya untuk menatap cermin, mengakui lubang kekurangan, lalu bergerak bersama untuk menambalnya.
   Selamat HUT RI ke-81. Mari tetap berlomba, tetapi jangan hanya berlomba menjadi pemenang. Mari berlomba menjadi bangsa yang lebih adil, lebih beradab, lebih kritis, dan lebih layak disebut merdeka.
#Depok2026

Selamat Hari Pramuka ke-65!


Pada 14 Agustus 2026, keluarga besar SDIT Raflesia memperingati Hari Pramuka dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Pramuka bukan sekadar tentang seragam, baris-berbaris, atau kegiatan di alam. Pramuka mengajarkan kita untuk mencintai Indonesia melalui hal-hal sederhana: jujur, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab. 🌿

Dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari, tumbuh karakter tangguh dan jiwa pejuang bangsa. Karena generasi hebat dibentuk dari karakter yang kuat, kepedulian, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan. 🇮🇩❤️

Pramuka hari ini, pemimpin bangsa di masa depan!

#HariPramukaKe65 #HariPramuka2026 #PramukaSDITRaflesia #SDITRaflesia #Pramuka #SalamPramuka #GenerasiPenerusBangsa #KarakterAnak #CintaIndonesia

Minggu, 26 Juli 2026

MPLS Ramah : Mulai Sekolah Tanpa Cemas, Malah Bikin Ketagihan! 🥳✨

Siapa bilang hari pertama sekolah itu menakutkan? Di SDIT Raflesia, MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dibuat super RAMAH, meriah, dan penuh kejutan! 🐝🐞
Pawai meriah? Ada! ✅
Guru-guru berkostum lucu? Ada! ✅
Panggung cerita & games seru? Ada! ✅
Senyuman manis siswa baru? Pastinya ada! 😊

Dari penyambutan hangat bapak ibu guru yang bikin pangling pakai kostum lebah & kumbang yang lucu, pawai kereta-keretaan, dongeng interaktif, sampai sesi foto seru di photo booth bareng Ayah & Bunda! 📸🎈
Senyum ceria dan tawa anak-anak jadi bukti kalau belajar di SDIT Raflesia itu seru dan bikin kangen! Yuk, kita sambut tahun ajaran baru 2026/2027 dengan semangat membara! 🔥💪
🏫 SDIT Raflesia — Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Cerdas, dan Berkarakter.





#MPLSRamah #SDITRaflesia #SekolahRamahAnak #MasaPengenalanLingkunganSekolah #SDITRaflesiaDepok #BackToSchool2026 #HariPertamaSekolah #PendidikanKarakter

Selasa, 17 Februari 2026

Art Exhibition “Warna-Warni Potensi dan Kreasi Anak SDIT Raflesia”, Kereennn..

Bismillahirrahmanirrahim. 
Alhamdulillah, atas izin Allah SWT telah terlaksana dengan penuh khidmat dan meriah kegiatan Art Exhibition “Warna-Warni Potensi dan Kreasi Anak SDIT Raflesia” yang diselenggarakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Atrium Pesona Square. Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya SDIT Raflesia menggelar pameran karya dan pentas seni di pusat perbelanjaan, menghadirkan karya dan penampilan terbaik anak-anak di ruang publik yang lebih luas. Acara ini diselenggarakan dalam rangka implementasi pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan PJBL (Project Based Learning) sebagai bagian dari komitmen sekolah menghadirkan pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan.

 
Kegiatan PJBL ini juga merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah sebagai penguatan dari pembelajaran di kelas. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga belajar merancang, berproses, berkolaborasi, serta menampilkan hasil karya nyata yang membanggakan. Proses inilah yang membentuk karakter, tanggung jawab, dan keberanian mereka.
Sejak pagi hari, suasana atrium dipenuhi oleh orang tua murid yang hadir dengan penuh antusias. Kebahagiaan dan rasa bangga terpancar dari wajah ayah dan bunda yang menyaksikan secara langsung proses dan hasil belajar putra-putri mereka. Acara dibuka dengan penampilan tari yang memukau, dilanjutkan dengan pertunjukan silat yang penuh semangat, serta lantunan tahfidz Al-Qur’an yang menyejukkan hati. Setiap penampilan menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kepercayaan diri. Turut memberikan sambutan dalam acara ini Ketua Yayasan, Bapak Dr.Andri Yan Prima, M.Kes, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, dan siswa. Kepala Sekolah SDIT Raflesia, Ibu Zubaidah,M.Pd, juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi potensi anak,ruang untuk berani tampil. ruang untuk berkarya,ruang untuk belajar percaya diri dan menghargai proses. Dukungan dan kehadiran perwakilan dari lurah dan camat setempat semakin menambah semarak acara, serta sambutan hangat dari Ketua Komite, Ibu Yushifa, yang mewakili suara dan kebanggaan para orang tua. 
Pameran karya yang ditampilkan memperlihatkan hasil kreativitas siswa dari berbagai jenjang, mulai dari karya seni, hingga hasil eksplorasi pembelajaran berbasis proyek yang mereka kerjakan dengan penuh semangat. Setiap sudut pameran menjadi saksi bahwa anak-anak belajar bukan hanya untuk nilai, tetapi untuk memahami proses, menghargai usaha, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa SDIT Raflesia adalah sekolah yang mampu memberikan ruang tumbuh bagi anak-anak, ruang untuk berekspresi, berkreasi, mencoba, berani tampil, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Di sinilah anak-anak tidak hanya diajarkan untuk cerdas secara akademik, tetapi juga dibimbing untuk memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan keberanian menghadapi tantangan. Ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada seluruh guru SDIT Raflesia yang telah membersamai, membimbing, menguatkan, dan mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan cinta. Di balik setiap penampilan dan karya yang ditampilkan, ada doa, kerja keras, dan dedikasi para guru yang luar biasa. 

Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ayah dan bunda atas dukungan yang begitu luar biasa. Kehadiran, doa, kepercayaan, dan support yang tiada henti menjadi energi terbesar bagi anak-anak untuk tampil percaya diri dan bangga terhadap hasil karyanya. Sinergi antara sekolah dan orang tua inilah yang menjadi kunci keberhasilan pendidikan yang sesungguhnya. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya karya-karya besar berikutnya dari generasi hebat SDIT Raflesia, generasi yang kreatif, berkarakter, percaya diri, dan siap memberi warna bagi bangsa dan agama. Barokallah untuk seluruh keluarga besar SDIT Raflesia. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah pendidikan kita. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.

Selasa, 03 Februari 2026

GEMPITA-11 (Movement of Drinking White Water Together at 11 O'clock)


In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

Health is a mandate that must be maintained early. In line with the said awareness, SDIT Raflesia presents a simple yet meaningful movement, GEMPITA-11 (Movement of Drinking White Water Together at 11 O'clock), as a form of concern and real action of the school in instilling healthy living habits to the children of SDIT Raflesia
In the midst of such dense learning, playing and interacting activities, children often forget to meet the basic needs of their body, one of them by drinking plain water. Whereas, fluid sufficiency greatly affects the concentration, physical fitness, and a child's readiness to receive learning. Through GEMPITA-11, the school would like to invite all the citizens of the school to stop at 11.00 and get used to drinking plain water together.
This movement is not just a routine, but a real form of character education and concern for health. SDIT Raflesia believes that a healthy child will grow up to be strong, focused and well-mannered individual. Therefore, GEMPITA-11 is presented as a consistent small step, so that the awareness of keeping health is planted strong from an early age.

With the presence of GEMPITA-11, it is expected that this good habit is not only carried out in the school environment, but also continues at home and the surrounding area. Because the truth is, caring starts with simple things, and big changes are born from small habits done together

Minggu, 01 Februari 2026

Momen Spesial Hari Guru, "Ketika Ayah dan Bunda Hadir sebagai Sumber Belajar"

Bismillah

Momen Spesial Hari Guru,
"Ketika Ayah dan Bunda Hadir sebagai Sumber Belajar"
Setiap peringatan Hari Guru selalu menghadirkan cerita indah,
namun tahun ini SDIT Raflesia merayakannya dengan cara yang berbeda.
Menghadirkan momen spesial yang hangat dan lebih dekat ditiap kelas, yaitu kejutan
manis dengan hadirnya ayah dan bunda secara mengejutkan ke kelas untuk menjadi guest teacher, sebagai kado terindah bagi para guru guru dikelas dan bentuk penghargaan
yang tidak dibungkus pita, tetapi dibungkus cinta, kepedulian, dan kolaborasi.


Dalam satu jam yang singkat namun penuh makna, peran guru digantikan oleh Ayah dan Bunda. Ayah dan bunda bersemangat untuk berbagi cerita, pengalaman dan ilmunya.
Momen ini menjadi pengingat bahwa SDIT Raflesia tidak hanya memiliki murid yang hebat, tetapi juga memiliki orang tua yang luar biasa, orang tua yang mau hadir dan terlibat

Alhamdulillah,
Kegiatan guest teacher juga menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Guru, orang tua, dan sekolah memiliki peran saling melengkapi dalam menumbuhkan karakter, kompetensi, dan kepercayaan diri siswa.
Keterlibatan orang tua pada momen ini menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna.


Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang yang akan terus menghadirkan inovasi dan kebersamaan dalam mendidik generasi masa depan, generasi yang percaya diri, cakap, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi kebaikan negeri.

Terima kasih atas waktu, dedikasi, perhatian ,dukungan dan sinerginya.
Semoga Allah membalas setiap kebaikan Ayah Bunda dengan keberkahan yang berlipat.

Selamat Hari Guru Ayah dan Bunda , semoga menjadi
Guru Sejati Dalam Kehidupan Ananda

Workshop Public Speaking.. Emangnya ada yang tidak butuh komunikasi ?

 


In the name of God,

Alhamdulillah, on Wednesday, January 7, 2026, SDIT Raflesia has conducted a Public Speaking Workshop activity for teachers as part of the effort to improve the quality of communication and professionalism of educators in carrying out education mandate.
This activity becomes one of the efforts to present a meaningful and impactful teacher self-development for the learning process and the educational ecosystem in school.
This workshop is presented by Brother Kevin Kautsar, S. Pd., CPS, a national speaker and public speaking trainer, who delivers material in an inspirational, applicable, and relevant way to the challenges of today's education world. Through exposure and hands-on practice, teachers gain an understanding that communication is not just a speaking skill, but a means of building positive influence and real change.
Workshop inj was also attended by Raflesia Foundation Chairman Mr. DR. Andri Prima Zani, M.Kes as well as Raflesia Supervisor Mr. Benny Novico Zani , M.Kes, P.Hd, as a form of support in the activities and give the reinforcement that the development of teachers competence is an important part of a joint effort in advancing the quality of education.
The activity is designed to strengthen teachers' ability to communicate effectively and meaningfully, both to students, fellow teachers, and to parents.
In addition, this workshop also becomes a space for strengthening collaboration and communication between teachers, thus a positive synergy is created, mutual strengthening, and harmony in the vision and mission of education of SDIT Raflesia.

Not less important, this activity also provides instructions for teachers to establish intelligent, empathetic, and solution communication with parents, as the school's primary partner in educating children. A well-built relationship will strengthen trust and synergy between the school and parents for optimal growth of students.
Alhamdulillah , through this Public Speaking Workshop,

SDIT Raflesia affirms its commitment to provide educators who are capable of speaking, dare to inspire, and capable of delivering meaningful and impactful learning.



Acara "One Day With Mom", ciptakan kebersamaan yang mempererat ikatan antara sekolah, orang tua (bunda) dan anak.



Bismillah ,

Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan One Day With Mom, di Taman Bunga Wiladatika Cibubur , sebagai ruang kebersamaan yang mempererat ikatan antara sekolah, orang tua (bunda) dan anak.
Sebuah kegiatan penuh makna yang menghadirkan kehangatan, cinta, serta kebahagiaan dalam balutan kebersamaan keluarga besar SDIT Raflesia
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah, Ibu Zubaidah M.Pd, yang dengan penuh kehangatan menyampaikan sambutan dan penguatan tentang pentingnya peran ibu dalam tumbuh kembang anak serta sinergi antara sekolah dan orang tua. Dan kebersamaan ini adalah bagian dari ikhtiar pendidikan yang menyeluruh, bukan hanya akademik, tetapi juga emosional dan spiritual.

Hari pelaksanaan kegiatan terasa begitu istimewa. Meski alam menghadirkan gerimis dan hujan yang turun silih berganti, semangat para bunda, anak-anak, serta para guru yang turut membersamai kegiatan tetap menyala. Cuaca tidak menjadi penghalang, justru menjadi pelengkap cerita, bahwa kebersamaan yang dilandasi cinta akan selalu menemukan jalannya. Di bawah rintik hujan, tawa tetap terdengar, senyum tetap merekah, dan pelukan hangat tetap menguatkan.
Kegiatan One Day With Mom menjadi momentum berharga untuk menghadirkan kedekatan emosional antara bunda dan anak, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua. Para guru ikut mendampingi, mengarahkan, dan memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan dengan nyaman dan penuh makna. Anak-anak belajar mengekspresikan rasa cinta dan terima kasih, sementara para bunda menikmati momen kebersamaan yang jarang terulang dalam rutinitas harian. Setiap momen yang tercipta menjadi kenangan manis yang tertanam dalam hati.

Suasana semakin terasa seru dengan dukungan luar biasa dari tim Yakesma yang turut membersamai jalannya kegiatan. Beragam permainan seru, interaktif, dan penuh keceriaan berhasil mencairkan suasana. Games yang dihadirkan bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana kebahagiaan yang membuat para bunda tertawa lepas, merasa dihargai, dan pulang dengan hati yang penuh.
Di tengah hujan dan udara yang sejuk, kegiatan tetap berlangsung dengan lancar, hangat, dan penuh antusias. Tidak hanya tawa yang tercipta, tetapi juga rasa syukur, kedekatan, serta kebahagiaan yang sederhana namun bermakna. Inilah potret nyata bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan yakesma mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyentuh hati.
Semoga kegiatan One Day With Mom ini menjadi langkah kecil yang bermakna, menumbuhkan kenangan indah, mempererat kebersamaan, dan menjadi penguat hubungan antara sekolah, orang tua, dan anak. Karena sejatinya, pendidikan yang bermakna lahir dari cinta, kerja sama, dan doa yang berjalan beriringan.


Senin, 02 Juni 2025

Pemilihan Ketua Komite SDIT Raflesia 2025. "SEKOLAH НЕВAT DIMULAI DARI ORANG TUA YANG TERLIBAT "



Bismillah,

Insya Allah dalam waktu dekat ini SDIT Raflesia akan menggelar acara pemilihan Ketua Komite SDIT Raflesia

SDIT Raflesia kembali menguatkan  komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang partisipatif dan inklusif melalui kegiatan Pemilihan Ketua Komite Sekolah. 

Dengan mengusung semangat “Sekolah Hebat Dimulai dari Orang Tua yang Terlibat”, akan ada beberapa tahapan dalam proses pemilihan ketua komite SDIT Raflesia yang dimulai sejak pertengahan Mei 2025. 

Berikut ini rangkaian lengkap kegiatan:

Tahapan Pemilihan

Ketua Komite:

✓ Informasi Awal dan Sosialisasi 

(15 Mei 2025)

Proses diawali dengan penyampaian informasi secara resmi kepada seluruh orang tua murid mengenai pentingnya peran komite sekolah dan tahapan pemilihannya.

✓ Penjaringan Calon 

(16 Mei 2025)

Sekolah melakukan penjaringan awal dan mengirimkan surat resmi kepada para kandidat potensial yang dinilai memiliki dedikasi, kapabilitas, dan semangat kolaboratif untuk maju sebagai kandidat ketua.

✓ Pemutakhiran Data Calon (23 Mei 2025)

Nama-nama kandidat ketua komite yang telah bersedia dicalonkan diverifikasi ulang, untuk kesediaan setiap kandidat dalam keterlibatannya secara aktif dalam kegiatan sekolah.

✓ Kampanye dan Penyampaian Visi Misi 

(2–5 Juni 2025)

Momen ini menjadi salah satu bagian paling dalam proses pemilihan. Para kandidat, diberikan kesempatan menyampaikan gagasan, visi dan misi.

✓ Pemilihan oleh Seluruh OTM dan Guru 

(10 Juni 2025)

Pada hari pemilihan, semua orang tua murid dan guru akan berpatisipasi aktif memberikan suara melalui link yang akan dibagikan secara serentak  

✓ Pelantikan Ketua Komite (17 Juni 2025)

Insya Allah, acara pelantikan menjadi puncak dari rangkaian kegiatan pemilihan Ketua komite yang baru.

Melalui kegiatan pemilihan kandidat ketua komite ini, diharapkan kebersamaan, partisipasi aktif, dan komunikasi terbuka dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk generasi unggul yang berakhlak mulia.

Pada akhirnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua bukanlah sekedar pelengkap saja, melainkan elemen penting yang menggerakkan berbagai aspek dalam proses pendidikan.

Alhamdulillah, setelah melaksanakan pemilihan kandidat yang berlangsung sangat ketat dengan paparan program kerja secara jelas dan bermakna, akhirnya suara terbanyak jatuh pada Ibu Yushifa Alistya, bunda dari ananda Morteza, siswa kelas 3 SDIT Raflesia.


Semoga dapat terus berkolaborasi memberikan support dan masukan sejalan dengan program SDIT Raflesia dalam memajukan mutu pendidikan siswa/i di SDIT Raflesia. Selamat kepada bunda Morteza..